Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
BeritaBisnis

Dipengaruhi Peningkatan Harga Minyak Nabati,Harga Referensi CPO Naik 7,3%

351
×

Dipengaruhi Peningkatan Harga Minyak Nabati,Harga Referensi CPO Naik 7,3%

Share this article
Biji kelapa sawit. GA Photo/M Defrizal palm
Example 468x60

BUMNPOST.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) periode April 2024 sebesar US$857,62 per ton. Harga referensi tersebut naik US$58,72 atau 7,3% dari periode Maret 2024 sebesar US$798,9 per ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso mengatakan, harga referensi CPO pada April 2024 menjauhi ambang batas sebesar US$680 per ton. Dengan begitu, pemerintah mengenakan bea keluar CPO pada periode April 2024 sebesar US$52 per ton, dan pungutan eskpor sebesar US$90 per ton.

Example 300x600

Selain itu, kata Budi, adanya fluktuasi kurs rupiah dan ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga disinyalir telah berdampak pada kenaikan harga referensi CPO periode April 2024.

Baca Juga: Ini Alasan BI Gelar Program Penukaran Uang Baru Lebaran 2024

“Peningkatan harga referensi CPO ini juga dipengaruhi oleh peningkatan harga minyak nabati di Tiongkok dan Amerika Serikat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip, Jumat (29/3/2024).

Budi menjelaskan, penetapan harga referensi CPO periode April 2024 bersumber dari rata-rata harga CPO selama 25 Februari-24 Maret 2024 di bursa CPO Malaysia dan bursa CPO Indonesia. Selama periode tersebut, rata-rata harga CPO di bursa Malaysia tercatat sebesar US$884,39 per ton dan rata-rata harga di bursa CPO Indonesia sebesar US$830,85 per ton.

Lebih lanjut, Budi membeberkan sejumlah faktor yang telah mengerek harga referensi CPO pada periode April, di antaranya adanya peningkatan permintaan CPO untuk biodiesel dan penurunan produksi minyak sawit di Indonesia.

Adapun, penetapan harga referensi CPO periode April 2024 tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan No.416/2024 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan BLU BPD-PKS Periode April 2024.

Sementara itu, bea keluar CPO periode April 2024 merujuk pada Kolom Angka 5 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No.39/PMK/0.10/2022 jo. No.71/2023 sebesar US$52/MT. Selain itu, pungutan ekspor CPO periode April 2024 merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No.103/PMK.05/2022 jo.

154/PMK.05/2022 sebesar USD 90/MT. Budi menambahkan, sama halnya dengan CPO, harga referensi biji kakao untuk periode April 2024 meningkat 31,84% (month-to-month) menjadi US$7.114,93 per ton. Dengan peningkatan harga referensi tersebut, maka harga pasokan ekspor (HPE) biji kakao periode April 2024 ditetapkan sebesar US$6.711 per ton atau naik 33,32% dari periode sebelumnya sebesar US$1.677 per ton.

“Peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao antara lain dipengaruhi oleh adanya penurunan produksi terutama di negara produsen di wilayah Afrika Barat seperti Pantai Gading akibat adanya fenomena El Nino dan penyakit tanaman sehingga kebutuhan biji kakao global tidak tercukupi,” ujarnya. (bp/dvd)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *