Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Industri

Kemenperin Dorong Transformasi Digital Industri 4.0 untuk Percepat Akses RI Jadi Anggota OECD

53
×

Kemenperin Dorong Transformasi Digital Industri 4.0 untuk Percepat Akses RI Jadi Anggota OECD

Share this article
Anggota Organization of Economic Co-Operation and Development (OECD).
Example 468x60

HFANEWS.COM – Untuk mempercepat aksesi Indonesia menjadi anggota Organization of Economic Co-Operation and Development (OECD).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita mengatakan, untuk menjadi bagian dari OECD, Indonesia harus memenuhi syarat dan ketentuan salah satunya yakni adopsi teknologi digital untuk efisiensi energi dan sumber daya lainnya lewat digitalisasi usaha hingga transisi industri hijau.

Example 300x600

“Dengan demikian, maka Kemenperin terus mendorong transformasi digital industri yang termasuk dalam agenda Making Indonesia 4.0,” ujar Reni, dikutip Minggu (12/11/2023).

Reni Yanita mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut maka transformasi digital tak hanya meliputi industri skala besar, namun juga industri kecil dan menegah (IKM).

Baca Juga: Luncurkan Roadmap, OJK Dorong Industri Fintech P2P Lending Berperkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

“Kami memiliki program e-Smart IKM yang membantu pelaku IKM untuk memperluas akses pasar melalui pemasaran digital. Kami bekerja sama dengan marketplace ternama seperti Tokopedia, Shopee, BliBli, BukaLapak, dan asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA),” kata Reni.

Adapun, program e-Smart IKM menjadi upaya mendorong pengusaan literasi digital bagi IKM dari sisi pemasaran, penjualan, dan dukungan teknologi untuk proses manufaktur guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Menurut Reni, pemasaran digital menjadi keahlian yang harus dikuasai oleh pelaku usaha manapun di era modern. Sebab, tren pascapandemi Covid-19 dan peningkatan penterasi teknologi digital membuat perubahan selera belanja konsumen.

“Dari yang semula belanja secara konvensional dengan mengunjungi toko menjadi belanja daring (online),” ujarnya.

Di sisi lain, transformasi digital juga memiliki peluang besar yang dapat dikeruk. Sebagaimana tercatat dalam data pengguna internet, pengguna e-commerce, dan nilai transaksi e-commerce Indonesia.

Baca Juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Menyinggung Soal Belanja APBN

Laporan Digital 2023: Indonesia menunjukkan pada Januari 2023 terdapat 212 juta pengguna internet di Indonesia, dengan penetrasi internet mencapai 77%.

Statista Market Insights juga melaporkan bahwa ada 179 juta jiwa pengguna e-commerce di Indonesia pada tahun 2022, dan diprediksi mencapai 196 juta pada tahun 2023. Nilai transaksi e-commerce Indonesia, sebagaimana diprediksi oleh Bank Indonesia, berpotensi mencapai Rp572 triliun pada akhir tahun 2023.

“Kalau dilihat datanya, sebenarnya ini peluang yang harus dimanfaatkan. Sekarang hanya bermodal smartphone saja, pelaku usaha bisa memperluas pasar dan meningkatkan penjualan tanpa perlu keluar biaya dan energi besar dibanding cara pemasaran konvensional,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menargetkan proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD tidak lebih dari 4 tahun.

Agus menjelaskan bahwa proses menjadi anggota OECD tidak mudah. Dia memberi contoh bahwa dari pengalaman negara-negara Amerika Latin seperti Kosta Rika, Kolombia, dan lainnya yang membutuhkan sekitar 3-7 tahun dalam proses aksesi ke organisasi internasioal tersebut.

“Kami mencatat bahwa dalam implementasi proses aksesi, Indonesia harus memenuhi rekomendasi dan melakukan penyelarasan beberapa regulasi nasional agar sesuai dengan standar OECD,” ujarnya.(HFAN/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *